Kuliner tradisional tetap memiliki peluang besar untuk berkembang di tengah pesatnya persaingan industri makanan.

Kuncinya adalah inovasi produk, pengelolaan usaha yang baik, serta pemanfaatan teknologi digital. Hal inilah yang dilakukan Tim Pengabdian kepada Masyarakat (PKM) Universitas Duta Bangsa (UDB) Surakarta melalui program pemberdayaan UMKM Oemah Anglo di Kota Surakarta.

Program bertajuk "Pemberdayaan UMKM Oemah Anglo Kota Surakarta melalui Implementasi Diversifikasi Usaha dan Green Human Resource Management Berbasis Keberlanjutan" tersebut dilaksanakan selama delapan bulan, mulai Mei hingga Desember 2026.

UMKM Oemah Anglo yang dipimpin Agustina Hasta merupakan industri rumah tangga yang berlokasi di Kelurahan Sumber, Kecamatan Banjarsari, Kota Surakarta.

Selama ini, Oemah Anglo dikenal sebagai penyedia aneka kuliner tradisional Jawa, mulai dari nasi tumpeng, jajanan pasar, hantaran, hingga berbagai makanan khas yang masih mempertahankan cita rasa tradisional.

Ketua Tim PKM Universitas Duta Bangsa Surakarta, Indra Hastuti mengatakan, program ini dirancang untuk membantu UMKM tidak hanya meningkatkan penjualan, tetapi juga membangun usaha yang mampu bertahan dan berkembang secara berkelanjutan.

"Kami ingin UMKM tidak sekadar bertahan, tetapi mampu berkembang melalui inovasi produk, penguatan sumber daya manusia, pengelolaan usaha yang baik, serta pemanfaatan teknologi digital. Dengan demikian, daya saing UMKM akan semakin kuat," ujar Indra Hastuti.

Melalui program ini, tim pengabdian memfokuskan pendampingan pada dua aspek utama, yakni peningkatan kapasitas produksi dan penguatan pemasaran berbasis digital.

Inovasi yang berhasil dikembangkan adalah diversifikasi produk kuliner tradisional antara lain nasi tumpeng, aneka snack, dan olahan jadah.

Anggota tim PKM, Indah Wahyu Utami PhD memberikan pelatihan pengembangan produk dengan mengolah jadah menjadi keripik jadah.

Inovasi tersebut mampu meningkatkan nilai tambah produk karena jadah yang sebelumnya hanya bertahan sekitar tiga hari kini memiliki masa simpan lebih lama sehingga lebih mudah dipasarkan ke berbagai daerah.

Kenalkan Green HRM
Selain meningkatkan kualitas produk, tim juga memperkenalkan konsep Green Human Resource Management (Green HRM) kepada pelaku UMKM.

Green HRM adalah integrasi prinsip keberlanjutan ke dalam fungsi MSDM (Manajemen Sumber Daya Manusia) yang bertujuan mendorong karyawan bersikap ramah lingkungan, mengurangi limbah, dan mendukung operasional perusahaan yang ramah lingkungan.

Melalui pendekatan tersebut, mitra memperoleh pendampingan mengenai pembagian tugas kerja yang lebih jelas, penerapan standar kebersihan, pengendalian mutu produk (quality control), serta budaya kerja yang lebih ramah lingkungan.

Pendampingan tersebut tidak hanya meningkatkan kualitas proses produksi, tetapi juga memperkuat kompetensi sumber daya manusia sebagai modal utama pengembangan usaha.